Kerikil di Pinggir Danau

Bukan...bukan aku yang melempar kerikil ke danau itu
tapi dia yang memintaku untuk menerbangkannya ke awan
Tak sadarkan dia bahwa gravitasi telah menembak mati sayapnya
namun masih saja ia memaksa..

*

harusnya dulu ku kumpulkan saja tiap butir
hingga nanti ku bangun istana megah
disamping danau itu bersama ikan ikan kecil
tanpa keringat orang tua yg bekerja keras demi keluarga nya
biar aku saja...biar aku yang lelah memikul semuanya

*

do'a ku
" tuhan..bila danau itu mengering aku tak ingin melihat ikan ikan itu mati.."
kalo mampu ku akan mengisi danau itu dengan keringatku..
dan semangatku..
" bila danau itu telah menjadi lautan aku tak ingin merasakan setiap pasir dan ombak2 nya dikakiku"

*

Pintu itu masih saja tertutup rapat..
dan ku telah kehilangan kuncinya
apa barangkali itu bukan rumahku??
entahlah...pemilik rumah nya pun masih menemaniku di danau itu.
meski dia terlihat senang diatas perahu dengan layar yg indah itu.
dan aku...aku masih saja duduk dipinggir danau itu
memegang kerikil kerikil masalalu di tanganku..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rintik Kerinduan

Lebay Mode On